Label

Rabu, 21 Maret 2012


Diagnosa Penyakit Dengan Mempelajari Feses


Di lapangan atau peternakan yang tidak memiliki tenaga medis (dokter hewan atau paramedis veteriner) sering mengalami kesulitan dalam penanganan sebuah kasus, akibatnya penyakit tersebut tidak mampu ditangani secara tuntas sehingga kejadiannya berulang dan akhirnya menyebabkan kerugian ekonomi yang terus-menerus. Untuk mengatasi sebuah penyakit, tentunya harus diketahui terlebih dahulu penyebab penyakit tersebut dengan cara diagnosa penyakit. Walaupun yang berwenang dan memiliki kemampuan mendiagnosa penyakit secara benar hanya dokter hewan, pemilik peternakan atau yang berhubungan dengan dunia peternakan tetap harus mengetahui beberapa teknik diagnosa sederhana untuk mengetahui penyebab penyakit, sehingga mampu menentukan langkah terapis sementara yang harus dilakukan sebelum datang dokter hewan. Langkah pengobatan yang dilakukan tersebut tentunya hanya sebatas pengobatan simptomatis atau pengobatan berdasarkan gejala klinis yang nampak pada saat pemeriksaan.
Salah satu gejala klinis yang nampak pada ternak yang menderita suatu penyakit adalah mencret atau diare. Pada dasarnya mencret atau diare adalah sebuah gejala klinis yang menunjukkan adanya perubahan fisiologis atau patologis di dalam tubuh terutama saluran pencernaan. Gejala yang bisa kita perhatikan dari mencret meliputi perubahan konsistensi (keras atau tidaknya) feses, warna feses, bau feses, dan keberadaan benda atau bahan yang terbawa di dalam feses pada waktu feses keluar.
Berdasarkan konsitensinya kita mengenal kelainan feses berupa feses yang keras sekali sehingga menyebabkan konstipasi atau kesulitan buang kotoran. Ada juga feses yang lembek bahkan sampai cair sekali seperti lumpur. Kemudian berdasarkan warnanya ada feses yang berwarna hijau, merah, dan hitam seperti ter. Selanjutnya jika dilihat dari baunya ada feses yang berbau amis normal, bau pakan (seperti bau rumput), bau asam, dan bau busuk. Terakhir kita juga sering melihat ada benda atau bahan tertentu seperti lendir, luruhan sel mukosa usus, segmen cacing pita, gumpalan darah segar, dan terkadang ada cacing kremi yang terbawa di dalam feses. Tanda-tanda tersebut di atas dapat dijadikan dasar untuk menentukan penyebab penyakit. Dengan mengetahui penyebab penyakit kita akan mengetahui langkah pengobatan yang tepat, sehingga penyakit tersebut dapat ditangani secara tuntas.
Teknis diagnosa penyakit berdasarkan mencret yang dimaksud pada tulisan ini dilakukan dengan cara menggabungkan gejala-gejala yang terjadi pada feses seperti penjelasan di atas. Feses yang lembek sampai cair tanpa disertai perubahan lainnya menunjukkan ada perubahan fisiologis di dalam saluran pencernaan. Perubahan fisiologis tersebut disebabkan oleh adanya perubahan lingkungan ternak, meliputi perubahan pakan, perpindahan ternak, perubahan cuaca, dan pergantian pemelihara. Karena kejadian tersebut hanya merupakan perubahan fisiologis, maka pengobatan terhadap mencret seperti itu hanya dengan memberikan obat-obatan untuk menghentikan mencret (obat anti mencret). Sedangkan feses dengan konsistensi yang keras dapat diobati dengan memberikan pencahar atau obat untuk mempermudah buang kotoran.
Feses yang berwarna hijau seperti bubur rumput menunjukkan bahwa di dalam saluran pencernaan tersebut hanya terjadi perubahan fisiologis sehingga hanya diobati dengan obat anti mencret. Sedangkan feses yang berwarna merah dan hitam menunjukkan telah terjadi infeksi di dalam tubuh. Infeksi yang terjadi di dalam tubuh biasanya disebabkan oleh bakteri, protozoa, parasit darah atau sesekali disebabkan oleh virus. Dengan demikian pengobatan yang diberikan berupa antibiotika untuk membunuh bakteri dan multivitamin untuk meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tubuh mampu melawan infeksi virus yang menyerangnya. Jika disertai adanya lendir yang berbau amis ada kemungkinan disebabkan oleh protozoa dan parasit darah sehingga harus diberikan antibiotika dari golongan sulfa.
Adanya feses yang encer disertai bau amis dan bau hijauan diobati dengan obat anti mencret karena hanya terjadi perubahan fisiologis di dalam saluran pencernaan. Sedangkan feses yang berbau busuk biasanya menunjukkan telah terjadi infeksi oleh bakteri, protozoa atau parasit darah, sehingga diobati dengan antibiotika golongan sulfa. Selanjutnya apabila feses yang dikelurkan berbau asam ada kemungkinan telah terjadi asidosis. Pengobatan yang diberikan bisa berupa obat-obatan pencahar ringan untuk mengeluarkan asam dan obat-obatan untuk mengurangi kembung, karena biasanya apabila terjadi asidosis akan disertai dengan kembung perut (tympani).
Lendir yang terbawa di dalam feses disertai bau amis menunjukkan telah terjadi infeksi oleh protozoa. Sedangkan gumpalan darah yang ikut terbawa oleh feses menandakan adanya infeksi oleh bakteri, parasit darah atau virus. Tetapi apabila lendir yang terbawa berupa luruhan sel mukosa lambung atau usus dapat diartikan bahwa pakan hijauan yang diberikan terlalu kasar atau serat kasarnya terlalu tinggi sehingga mengiritasi mukosa lambung atau usus. Untuk yang disebabkan oleh serat kasar yang terlalu tinggi harus ditangani dengan cara memberikan hijauan yang lebih muda atau campuran antara hijauan yang tua dengan yang lebih muda. Dengan kata lain dapat dicegah dengan perbaikan manajemen pemberian pakan. Kemudian jika yang terbawa berupa segmen cacing pita atau cacing dewasa dari cacing kremi, maka diobati dengan pemberian obat cacing dan multivitamin bagi ternak yang menunjukkan gejala sakit, sedangkan untuk ternak yang lainnya diberikan pengobatan cacing secara rutin dan teratur.
Hal yang lebih penting dari penjelasan tentang pengobatan berbagai penyebab mencret di atas adalah penanganan mencret itu sendiri yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan terutama air, bikarbonat, sodium, dan potassium. Penanganan bagi ternak yang terkena mencret dengan cara penggantian cairan tubuh yang hilang, yaitu dengan memberikan cairan elektrolit secara intra vena atau sub cutan sampai normal kembali.
Demikian salah satu teknik diagnosa dan penanganan penyakit secara sederhana yang dapat kita peroleh dengan mempelajari kotoran yang dikeluarkan dari lubang yang kotor, namun mudah-mudahan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat. 

Tidak ada komentar: